EMagz, Bekasi – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi menegaskan bahwa jumlah penduduk miskin di Kota Bekasi terus menurun jumlahnya. Hal ini berdasarkan data statistik yang dihimpunya sejak tahun 2024, dimana jumlahnya sebanyak 128,84 ribu jiwa. Angka ini turun dari tahun sebelumnya 2023 sebanyak 129,4 ribu jiwa.

Kepala BPS Kota Bekasi, Ari Setiadi Gunawan menuturkan, sejak tahun 2023 sampai 2024, jumlah penduduk miskin ya terus menurun.

“Sejalan dengan jumlah penduduk miskin yang menurun, persentase jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 4,10 persen pada tahun 2023, menjadi 4,01 persen pada tahun 2024,” jelas Ari, Kamis 15/5/2025.

Untuk di Jawa Barat sendiri, Kota Bekasi masuk urutan terendah ke-3 dalam hal persentase penduduk miskinnya.

“Kota Bekasi berada diurutan terendah ketiga untuk persentase penduduk miskinnya,” lanjut Ari menjelaskan.

Ari juga menjelaskan, sedangkan untuk pekerja formal di Kota Bekasi sendiri sejak tahun 2023 mengalami penurunan, sedangkan jumlah pekerja informalnya mengalami kenaikan.

“Jadi, ketika pekerja formal di PHK, mereka tidak langsung berhenti bekerja, bisa jadi mereka beralih menjadi pekerja informal, seperti berjualan online, membuka usaha UMKM dan lain sebagainya,” paparnya.

Meskipun saat ini terjadi PHK, tidak serta merta mempengaruhi angka kemiskinan di Kota Bekasi, karena hal tersebut juga harus dikaji lebih jauh lagi.

“Terjadinya PHK tidak serta merta akan mempengaruhi angka kemiskinannya, ada elemen atau faktor yang perlu dikaji nantinya,” katanya lebih jauh.

Untuk itu, BPS Kota Bekasi mengimbau kepada Pemkot Bekasi agar melahirkan inovasi terhadap berkembangnya usaha UMKM melalui insentif atau sebagainya, masifnya melakukan sosialisasi, kemudahan untuk berusaha dengan menentukan tempat berusaha hingga kepada ketersediaan sarana bagi mereka untuk mengembangkan hingga menyalurkan produk yang mereka hasilkan.

“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Pemkot Bekasi untuk mendukung langkah tersebut, hingga bekerjasama dengan pihak atau Pemda lainnya, agar angka kemiskinannya bisa terus menurun. Dan yang pasti akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga,” tegasnya.