Matras News, Bekasi – Banyaknya serbuan ke Indonesia, mendapat perhatian khusus Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Faisal. Hal tersebut dikhawatirkan berdampak kepada pemilik usaha UMKM domestik, seperti di Kota Bekasi.
Faisal secara khusus mengatakan, terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Bekasi harus menyediakan wadah untuk berkumpulnya para penggiat UMKM yang sudah terverifikasi baik di dinas UMKM itu sendiri maupun masyarakat.
“Dalam hal ini Pemerintah Kota Bekasi harus menyediakan wadah berkumpulnya UMKM,” jelas Faisal, Senin 28/4/2025.
Lanjut Faisal menjelaskan, dengan adanya hal tersebut, maka idealnya di Kota Bekasi sendiri memiliki pusat oleh-oleh terpadu.
“Idealnya, dengan begitu, maka Kota Bekasi memiliki pusat oleh-oleh terpadu seperti di Malioboro, Yogyakarta,” katanya.
Terkait lokasi pusat oleh-oleh terpadu tersebut, Faisal secara khusus menyebutkan agar menempatkannya di bawah jembatan Becakayu.
“Lokasinya sendiri berada di jembatan Becakayu. Kenapa disana, karena beberapa waktu yang lalu mendapat dukungan untuk membuat hal tersebut oleh Pemprov Jabar karena disana didukung untuk menghadirkan arean taman hingga lokasi rekreasi keluarga,” tegas Faisal.
Tidak hanya memberikan imbauan kepada Pemerintah Kota Bekasi saja, dirinya juga meminta agar niat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang awalnya berencana membuat cafe terapung di Kalimalang, alangkah idealnya agar dijadikan lokasi UMKM agar menjadi pusat destinasi wisata, karena akan menggiatkan perekonomian warga sekitar juga.
“Kemarin Pak Gubernur Jabar mewacanakan akan membuat cafe terapung di Kalimalang, namun alangkah baiknya dijadikan lokasi UMKM saja, karena bisa menjadi pusat destinasi wisata juga,” imbaunya.
Untuk itu, dirinya secara khusus juga mengimbau agar para pemilik UMKM di Kota Bekasi agar mengurus atau memiliki sertifikat halal terhadap produk yang mereka miliki.
“Wajib memiliki sertifikat halalnya. Untuk itu, dinas UMKM selain mendata, juga harus memberdayakan UMKM-nya,” pungkas Faisal.
