Emagz – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, membantah anggotanya melakukan aksi pemukulan terhadap supir angkutan kota (Angkot) K-11 di daerah Bantargebang, Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Dalam keterangannya, Zeno mengatakan, aksi yang dilakukan para supir angkot K-11 menolak kehadiran Biskita, memang diwarnai dengan aksi penolakan oleh supir angkot tersebut.

“Memanga ada sedikit aksi disana,” jelas Zeno. Padahal kami memberikan sejumlah solusi bagi mereka, seperti rerouting sebagai feeder BTS, pemberian subsidi secara terukur hingga konversi angkot menjadi microbus,” tutur Zeno di kantornya, Jumat 17/1/2025.

Zeno dalam kesempatan tersebut juga membantah bahwa salah satu anggotanya melakukan pemukulan terhadap supir angkot di lokasi.

“Tidak ada yang memikul dari anggota Dishub Kota Bekasi,” bantah Zeno.

Ia pun menceritakan, penolakan kehadiran Biskita di Kota Bekasi oleh mereka dilakukan dimulai dari flyover Rawapanjang, Cipendawa, dan Bantargebang.

Lanjut dia, saat berada di lokasi, tiba-tiba ada sekelompok pengemudi angkot ada yang tidak setuju dan setuju terkait beroperasinya Biskita.

“Disejumlah titik memang Biskita ditolak kehadirannya oleh mereka dan saat di lokasi ada aksi di Bantargebang, ada kelompok yang tidak setuju dan setuju dengan kehadiran Biskitanya,” sambung Zeno.

Lanjutan Zeno menceritakan, kelompok yang tidak menginginkan kehadiran Biskita, langsung menghadang Biskita dengan masuk ke kolong bus kendaraan yang akan melaju dan dihalau oleh anggota Dishub Kota Bekasi.

“Anggota kami melakukan penggalangan terkait aksi tersebut, dan bisa saya yakinkan bahwa anggota kami tidak ada ya g melakukan seperti yang dituduhkan, jika pun ada, sanksi tegas susah pasti kami berikan,” tegas Zeno.

Saat dikonfirmasi adanya pelaporan ke pihak kepolisian terkait dugaan pemukulan tersebut, Zeno memastikan bahwa Dishub Kota Bekasi menghormati proses dan akan mengikuti proses hukumnya.

“Terkait laporan kepolisiannya, kami menghormati proses dan akan mengikuti proses hukum yang berjalan,” tambahnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan.patan tersebut, Zeno menyampaikan bahwa kehadiran Biskita Bekasi Transpatriot bertujuan untuk menyiapkan layanan angkutan umum yang nyaman terintegrasi ke LRT dan paatinya kegiatan serta beralihnya pengguna mobil pribadi agar menggunakan transportasi massal.

“Kehadirannya untuk mempermudah warga mendapatkan transportasi massal yang memadai, kesetaraan layanan serta modernisasi angkutan massal,” imbuhnya.

Zeno berharap kehadiran Biskita ini mendapatkan dukungan dari stakeholder maupun instansi lainnya yang ada di Kota Bekasi.

“Yang jelas harapan kami agar Pemda Kota Bekasi dan Pemerinta Pusat bisa mendukung layanan yang sudah diberikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, terdapat 15 unit armada Biskita yang beroperasi di Kota Bekasi dan 1 cadangan dengan 62 titik henti Biskita.