Emagz, Bekasi – Rencanan penutupan akses keluar dan masuk penumpang di Stasiun Kereta Api Kota Bekasi di wilayah selatan, disoal oleh LSM GMBI Distrik Kota Bekasi.
Melalui Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Abah Zakaria, penutupan akses penumpang kereta api di wilayah selatan, akan menimbulkan permasalahan baru, mulai dari kepadatan penumpang baik yang naik maupun turun harus melalui pintu utara hingga penumpang yang harus menyeberangi rel kereta api jika hal tersebut direalisasikan.
“Akan ada permasalahan baru nantinya, mulai dari kepadatan penumpang baik yang naik maupun yang turun hingga penumpang yang harus memutar atau menyeberangi rel kereta api ke arah pintu utara. Dan kami sebagai lembaga sosial kontrol, jelas menolak hal ini karena akan membahayakan para penumpang,” tegas Abah Zakaria, Rabu 19/11/2025.
Dirinya mengatakan, hal ini ia lontarkan karena adanya aduan masyarakat dan menyatakan sikap LSM GMBI Distrik Kota Bekasi jelas menolak hal ini, jika membahayakan para penumpang jika mereka harus menyeberang rel untuk bisa masuk ke dalam stasiun.
“Sikap LSM GMBI Distrik Kota Bekasi jelas menolak hal ini, jika membayakan masyarakat,” terangnya menambahkan.
Selain menolak rencana tersebut, Abah Zakaria juga menyatakan sikap akan melakukan aksi penolakan terkait hal tersebut.
“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan aksi penolakan terhadap rencana tersebut, ” paparnya lebih jauh.
Dirinya memaparkan, seharusnya jika rencana tersebut akan direalisasikan, setidaknya Pemkot Bekasi membangun terlebih dahulu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Terintegrasi di lokasi tersebut.
“Bangun dulu JPO yang terintegrasi, sehingga memudahkan akses para penumpang ke stasiun. Jangan sampai kebijakan yang dilahirkan oleh Pemkot Bekasi maupun dinas terkait merugikan masyarakat itu sendiri,” imbaunya
