Emagz – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai PDIP, Ahmad Faisal mengakui, jaring aspirasi yang dilakukannya pada 11-20.November 2024 yang lalu di Kota Bekasi, masih didominasi usulan perbaikan infrastruktur hingga pendidikan.
Terkait infrastrukturnya sendiri, warga menyampaikan mulai dari saluran air yang belum memadai, keberadaan Fasos-fasum yang belum maksimal keberadaannya, pendidikan dan lain sebagainya.
“Jaring aspirasi yang saya lakukan di 8 titik di Kota Bekasi kemarin, mayoritas warga masih mengusulkan perbaikan infrastruktur dan seputar dunia pendidikan,” terang Faisal di Kantor DPC PDIP Kota Bekasi, Kamis 21/11/2024.
Terkait pendidikan, warga juga mengeluhkan keberadaan sekolah di tingkat SMA yang masih minim keberadaannya di wilayah mereka.
“Untuk dunia pendidikannya sendiri, warga menyampaikan bahwa keberadaan SMA yang masih minim keberadaannya dan hal inilah yang nantinya akan saya bawa dan sampaikan dalam rapat fraksi di DPRD Jabar,” tegas Faisal.
Sambung Faisal, terkait pendidikan sendiri, warga juga mengeluhkan sistem zonasi yang dianggap tidak memihak kepada warga yang jarak rumahnya memang dekat dengan lokasi sekolah.
Lalu, mereka juga menyampaikan, terkait pungli yang diduga ada di sekolah, agar penanganannya benar-benar dihapuskan dan tidak merugikan warga.
“Sistem zonasi, afirmasi, prestasi hingga dugaan pungli di sekolah mereka sampaikan ke saya. In Syaa Allah, dengan hadirnya saya sebagai sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jabar, bisa saya perjuangkan penyelesaiannya, sehingga kehadiran saya bisa bermanfaat untuk semua orang,” ujarnya.
Faisal juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun SMA sebanyak 1 Unit Sekolah Baru (USB) baik di Kota Bekasi maupun di Kota Depok.
“Saya juga bercita-cita membangun 1 unit USB di Kota Bekasi dan Kota Depok. Untuk itu, harus ada peran serta Pemkot Bekasi dan Pemprov Jabar untuk mewujudkan hal tersebut dan saya akan mendorong serta kawal hal tersebut agar bisa terealisasikan,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, saat reses atau jaring aspirasi yang dilakukannya, memang masih difokuskan di Kota Bekasi, belum menyentuh di Kota Depok. Hal tersebut dikarenakan mayoritas pemilih dirinya berasal dari Kota Bekasi.
“Terus terang resesnya kemarin saya maksimalkan masih di Kota Bekasi, karena mayoritas pemilih saya dari Kota Bekasi dan saya perlu menyapa dahulu warga Kota Bekasinya,” singkat Faisal.
Dirinya juga menaruh harapan besar bagi Kepala Daerah yang terpilih di Kota Bekasi dan Kota Depok agar program maupun skala prioritas dari dirinya yang masuk ke dalam pokok pikiran anggota DPRD bisa disinergikan, sehingga kedepannya bisa bersama-sama memecahkan persoalan-persoalan yang ada.
